Tumbuh Patah



  Kisah ini berawal dari seorang remaja perempuan yang berjuang melawan ketakutan, ketidak percayaan, dan penyesalan nya dimasa lalu. gadis itu bernama Valerie Xavier Axelyyn, panggil saja Vale.

    

 Vale hidup bersama kedua orang tua dan saudara kandungnya, semua lengkap. tapi kelengkapan tidak selamanya indah, Vale kurang sesuatu. yaitu kasih sayang dari kedua orangtuanya. seharusnya Vale bersyukur karna kelengkapan itu, tapi Vale tidak peduli, ia hanya ingin kasih sayang dan perhatian, seperti anak-anak lainnya. 

 

 Sejak kecil Vale hanya bermain dengan imajinasinya, orang tuanya sibuk, saudaranya pun tidak peduli dengan nya, mereka punya dunianya sendiri. Vale sudah terbiasa akan "kesendirian" yang seakan sudah menjadi teman nya.


 Beranjak remaja Vale harus pindah dari rumah masa kecilnya, rumah yang penuh kenangan pahit, juga manis tentunya. Vale pindah cukup jauh dari rumah masa kecilnya karna orangtuanya harus bekerja, ia harus menerima kenyataan bahwa dia akan menjadi lebih haus kasih sayang dibanding Vale kecil. kini ia tinggal bersama nenek dan saudaranya. 

sulit, sangat sulit.


 Vale tidak terlalu dekat dengan ibunya, ibunya terlalu sibuk. tapi Vale punya ayah, sesibuk apapun ayah, ayah selalu ada untuk Vale. ia selalu menceritakan hari-harinya kepada sang ayah, menyenangkan menurutnya, ia tidak tau harus bercerita kepada siapa lagi selain ayah.


 Tapi suatu saat cerita yang Vale ceritakan kepada ayahnya menimbulkan keributan di keluarganya. keributan cukup besar, tidak. sangat besar sampai-sampai nenek menyuruh ayah untuk berpisah dengan ibu, Vale menyesal, takut, sedih, marah, semua bercampur, ia menyesal menceritakan hari-harinya kepada sang ayah, Vale bingung, tapi pada akhirnya masalah itu memiliki jalan keluar, belum semua selesai tapi sedikit membuat masalah hilang, Vale pindah, lagi. kali ini tidak lagi keributan, ayah ibunya belum sepenuhnya berpisah, ia bisa bersyukur, sedikit.


 Dari kejadian itu Vale merasa buruk, ia sering menyalahkan dirinya sendiri, menganggap dirinya tidak berguna, tidak pantas untuk siapapun, dia juga sering merasa menjadi sumber keributan ayah ibunya, lagi lagi dan lagi ia selalu saja merasa bersalah karna dirinya yang selalu bercerita tentang semua masalahnya hingga berakhir seperti ini. ia sendiri tidak tau bagaimana semua ini akan berlanjut dan berakhir, semua dalam proses, semua sedih, semua merasa sakit, dan Vale tau itu, ia ingin meminta maaf kepada semuanya, tapi itu percuma, semua sudah terlambat, yang telah terjadi biarlah berlalu yang berlalu biarlah jadi masalalu, jangan ungkit kembali masalalu yang begitu pahit, karna entah seberapa hancurnya semua ini, terlalu sulit untuk di perbaiki, "Vale minta maaf, Vale tau Vale salah" hanya itu yang bisa Vale katakan untuk saat ini, tidak tau akan bagaimana selanjutnya.


Penulis BIBI

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pria yang Kehilangan Jati Diri

Arutala

Apa Itu Insecure?