Pilihan Sulit
Aku hanya anak biasa, tidak memiliki kelebihan dan mungkin banyak yang kurang suka denganku. Aku duduk di kelas 9 di suatu sekolah yang menurutku menyenangkan karena ada banyak teman disana. Dari kelas 7-8 aku sekolah daring karena saat itu sedang ada pendemi.
Aku memiliki satu teman yang sudah seperti sahabatku sendiri. Dia adalah teman dekatku dari kelas 8 dan sekarang aku satu kelas lagi dengannya. Di kelas 9 ini bagiku adalah dunia baru karena belum mengenal satu sama lain. Aku bersyukur teman dekatku satu kelas denganku. Waktu telah berjalan, aku duduk sebangku dengannya. Ya karena dia satu satunya teman dekatku disini.
Hari - hari telah berlalu, aku mulai mengenal satu sama lain dengan teman baru di kelas 9 ini. Teman dekatku ikut bergabung dalam suatu kumpulan anak, atau bahasa anak muda nya "circle". Dulu aku juga bergabung tapi lama kelamaan aku mulai malas karena aku kurang dianggap disitu. Aku pun keluar dari circle itu dan aku berteman dengan temanku yang lain.
Ada beberapa hal yang membuatku malas bergabung dengan circle itu. Bukan hanya kurang dianggap, tetapi aku juga berpikir seperti aku ini hanya dimanfaatkan. Setiap ada tugas atau PR dari sekolah, terkadang aku selalu ditanya seperti ini "Tugasmu sudah?", karena aku sudah mengerjakan aku pun menjawab "Sudah", mereka lalu menyontek tugasku. Aku pun memberikan karena tidak enak hati untuk menolak. Seiring waktu mereka sering seperti itu, aku pun merasa malas untuk memberikan contekan kepada mereka. Secara aku mengerjakan itu hingga mengurangi waktu tidur ku, ya walaupun browsing, hehehe.
Suatu hari, ada konflik dikelasku. Dimana itu membuat ku merasa benar benar seperti tidak dihargai. Sekarang aku sudah tidak sebangku dengan teman dekatku lagi karena tempat duduknya diubah. Aku duduk disamping teman kelasku yang lain, tetapi ia adalah musuh circle itu. Aku pun bingung, aku harus memihak kepada siapa secara hubunganku dengan circle itu juga baik baik saja. Ini adalah pilihan yang sulit.
Setelah ku pikirkan, aku mencoba untuk menerima semua yang telah terjadi dan memutuskan untuk berteman kepada semua orang. Agar tidak ada lagi yang membebani pikiranku dan memungkinkan konflik baru dalam pertemanan yang ada.
Penulis: R
Comments
Post a Comment