Utuh yang Rapuh

    Aku yang kurang akan kasih sayang, sangat rapuh, dan mudah hancur. Jati diriku yang perlahan mulai hilang, dan aku bukanlah aku. Kisah ini bermula saat aku memasuki sekolah dasar. Sebelum semua kebahagiaan ini hancur, dulu aku adalah seorang anak yang periang, mudah tertawa, selalu bahagia dan mempunyai keluarga yang sangat harmonis.

   Namun, suatu hari Ayah dan Ibuku memilih untuk bercerai karena ada sesuatu hal yang terjadi diantara mereka dan hal itu membuat kebahagiaanku sirna begitu saja. Semua terjadi sangat cepat. Sebelum orang tuaku memilih untuk bercerai, Ayahku memperlakukanku dengan sangat buruk. Dibentak, ditampar, dipukul sudah sangat wajar bagiku, Mungkin karena hampir setiap hari aku diperlakukan seperti itu. Semua perlakuan itu membuat diriku menjadi seorang anak perempuan yang memiliki tubuh dan mental yang sangat kuat seperti baja.

   "Selamat malam ayah, Selamat malam ibu", kalimat sederhana yang tak bisa lagi ku ucapkan setelah mereka bercerai dan tak lagi serumah. "Selamat pagi sayang, ayo sarapan bersama", sebuah dialog pendek yang tak akan pernah ku dengar lagi. Aku merasa hidup dititik terburuk kehidupan. 

   Mudah saja membuatku rapuh, kau hanya tinggal memamerkan keluarga harmonismu kepadaku dan aku akan langsung rapuh. Aku adalah seseorang yang sangat benci ketika ditanya perihal keluarga.

   Hari ini masih ku simpan rasa ini, rasa sakit ini dan kepedihan ini. Dibalik senyumku ada duka yang sengaja aku sembunyikan. Bahkan dalam keramaian aku tetap merasa kesepian, seperti ada namun tak dianggap. Kesedihan dan kepedihan ini tak ada ujungnya, masalah demi masalah datang tanpa diundang. Aku menyadari ini semua tidak akan pernah selesai, karena itu aku mengubah diriku yang lemah, rapuh, mudah hancur menjadi kuat dan akan selalu kuat tak akan mudah menyerah. Dari semua kerapuhan yang ada aku adalah seseorang yang selalu berusaha menjadi lebih kuat. Dan sekarang aku berhenti menjadi sosok yang lemah, rapuh, mudah hancur. Aku akan selalu mencoba untuk bangkit dan menjadi lebih kuat dari kerapuhanku.


Penulis: SSS

Comments