Sahabat
Ada kisah mengenai dua orang sahabat yang sudah kenal sejak lama, yaitu Rini dan Fany.
Rini adalah orang yang tipenya pintar dan selalu mengerti bagaimana karakter Fany Sebaliknya, Fany adalah orang banyak tingkah dan jahil.
Walaupun ikatan persahabatan yang terjalin sudah lama karena sifat Fany yang jahil itu sesekali pernah melakukan kesalahan dan tidak di sukai teman" nya.
Rini sering berpikir bahwa kenapa sifat sahabatnya ini tidak kunjung berubah sejak dulu?
Di suatu hari, Rini pernah menasehati Fany supaya ia harus berubah sifatnya dengan berkata, "Fany, cobalah untuk merubah sifatmu. Jika kelakuan terus seperti ini, banyak orang yang di sekitar akan menjauh, termasuk juga aku!”
Fany pun menjawabnya dan berkata, “Kamu itu sahabatku. Pastilah sudah sejak dulu memahami sifatku seperti ini. Tapi kalau kamu sudah tidak tahan dengan karakterku, tidak apa-apa jika ingin menyudahi pertemanan ini”.
Rini memang memiliki sifat yang baik sebagai sahabat. Ia memberikan nasehat untuk Fany agar berubah dengan alasan kesal dengan karakternya yang terlalu banyak tingkah dan tidak memahami situasi.
Meskipun kesal, jika mengingat kebaikan Fany selama ini akan meredakan rasa kesalnya itu.
Di hari-hari selanjutnya, bahkan hingga mereka lulus SMP, Rini tidak meminta Fany untuk merubah sikapnya lagi.
Ia yakin meskipun tanpa diminta, Fany pasti akan sadar bahwa sifatnya yang banyak tingkah dan jahil tidak melihat perasaan orang lain kurang baik.
Dalam sebuah hubungan persahabatan, memang sesekali harus memberikan nasehat untuk sahabat.
Ini untuk kebaikannya sendiri. Namun, saat dia mengatakan dengan mudah ingin memutuskan ikatan persahabatan, pikirkan kembali.
Alasannya, bisa jadi sahabat tersebut memang sudah memberikan begitu banyak kebaikan untuk kita.
Seiring berjalannya waktu dan tumbuh dewasa, pasti sifatnya akan berubah menjadi lebih baik lagi.
Penulis: A
Comments
Post a Comment