Kehilangan Seorang Pahlawan
Aku adalah seorang gadis yang tumbuh dewasa tanpa sosok seorang bapak.
Bapak meninggal pada tanggal 22 Mei tahun 2021, bapak meninggal mendadak di rumah sakit RSUD Boyolali setelah bermain voli dengan temannya. Hal tersebut membuat hati saya pilu waktu pulang dari rumah sakit kondisi bapak tidak ada yang luka tetapi pas pagi hari darah keluar dari hidung. Aku tidak tega melihatnya. Sekujur badan beliau penuh dengan darah, kami semua panik. Akhirnya kain kafan almarhum dilapisi dengan kain yang baru untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Jenazah almarhum bapak saya segera dimakamkan, pada hari minggu tanggal 22 Mei pukul 10.00 WIB. Ibu tak bisa menahan kesedihan, akhirnya aku dan ibu tidak bisa menghantarkan almarhum bapak ke tempat peristirahatan terakhir karena pada waktu itu para pelayat masih banyak yang berdatangan.
Aku merasa kehilangan sosok seorang bapak yang begitu baik dan perhatian kepada keluarga. Tetapi manusia hanya bisa berencana, tetap kuasanya Allah yang menentukan. Setelah kepergian beliau kondisi keluarga saya sangat hancur dan kehilangan kendali karena ibu saya seorang pedagang biasanya ada bapak yang mengantar ibu ke pasar. Namun, setelah kepergian bapak, ibu harus berjuang sendirian.
Tapi alhamdulilah kakak saya yang laki-laki bisa membantu ibu.Tetapi perekonomian keluarga kami juga sedikit menurun. Berkat doa ibu dan semangat ibu kami semua bisa bangkit dengan berjalannya waktu. Kehidupan keluarga saya perlahan mulai tertata dengan rapi. Semoga kejadian ini cukup saya yang mengalami, hormati dan sayangilah kedua orang tua mu selagi mereka masih ada di dunia. Tanpa mereka kita bukan apa-apa, karena setiap ucapan mereka adalah doa, karena setelah mereka tidak ada kita akan menyesal selamanya.
Comments
Post a Comment