Tentang Aku dan Belajar
Reksa Pradipta anak betapa Kara yang tinggal hanya bersama kakeknya kakeknya hanyalah seorang pemilik toko buku lama Dipta sekolah di sekolah Negeri biasa di sekolahnya Ia adalah anak yang nakal dia sering terlambat masuk kelas dan juga sering membolos.
Sang kakek selalu menasehati Dipta agar tidak malas-malasan dalam mencari ilmu tiap pagi sarapan nang kakek lalu berkata belajar itu adalah sebuah kunci dari berbagai hal yang ada di dunia ini kalau kita tidak belajar dan kita hanya mengandalkan orang lain tidak akan ada yang berubah dihidupmu, jadi kakek selalu berharap agar kamu dapat belajar dengan sungguh-sungguh dan meraih cita-citamu".
Sang kakek yang menjaga tokonya selalu belajar entah membaca, mengerjakan soal, atau menghafal sebuah kalimat. bahkan ketika masuk rumah sakit pun kakek tidak pernah berhenti membaca buku pelajarannya. dipta yang melihat itu selalu bingung dia selalu bertanya-tanya Mengapa kakeknya selalu belajar Bukankah dia sudah selalu tua untuk belajar. saat dipta pulang sekolah dan datang untuk menjaga kakeknya di rumah sakit ia bertanya kepada kakeknya "kakek kan sudah tua kenapa kakek masih belajar?" Lalu sang kakek menjawab "karna kakek sudah tua makanya tidak ada lagi yang bisa kakek lakukan selain belajar. kakek sudah bilang bahwa di dunia ini kalau kita tidak belajar kita akan ketinggalan entah ketinggalan jaman ketinggalan pelajaran ketinggalan teknologi ketinggalan apapun itu. Kamu adalah satu-satunya keluarga yang kakek punya kakek sangat berharap kamu dapat menjadi kebanggaan kakek." kata sang kakek Lirih.
Semalaman dipta merenungi perkataan kakeknya. ia sangat ingin menjadi kebanggaan untuk kakeknya karena kakeknya lah yang telah mengurusnya dari kecil hingga saat ini, tapi bukankah ini sudah sangat terlambat untuk dipta belajar. hingga pagi tiba dipta berangkat ke sekolah dengan menggunakan sepeda sesampainnya disekolah Dia berjalan dengan sangat lesu hingga sampai menabrak gurunya "Maaf Pak saya tidak sengaja Maaf ya pak" kata dipta yang kaget "lo Dipta Kamu kenapa melamun?" tanya sang guru dipta tak mejawab tapi malah balik bertanya kepada gurunya "Pak Apakah saya telat kalau saya ingin memulai belajar dari sekarang?" Sang Guru pun menjawab "Tidak ada kata telat untuk meraih ilmu kalau kamu mau dan kamu bersungguh-sungguh maka kejarlah belajar itu bukan tentang paksaan tapi tentang kemauan kalau sudah mau dia pasti bisa" bel berbunyi Dipta masuk kelas dan belajar, hingga sang wali kelas datang menghampiri dipta dan memberitakan bahwa kakeknya telah meninggal dunia.
Dipta langsung bergegas ke rumah sakit untuk melihat kakeknya yang terakhir kalinya dipta menangis dia sudah kehilangan satu-satunya keluarga yang dia punya berminggu-minggu dia larut dalam kesedihan hingga Sang guru datang menghampirinya ke rumah Sang Guru berpesan Bapak tahu ini berat tapi kamu adalah harapan kakekmu kan kenapa kamu tidak mencoba untuk menjadi kebanggaannya kamu bisa kalau kamu mau berusaha dan bapak pasti akan membantumu Dita bapak akan menunggumu tiba jangan terlalu larut dalam kesedihan kita pun sadar bahwa dia selama ini hanya menjadi sebuah beban dan dia pun mulai belajar hingga waktu berlalu kita menjadi seorang guru memang bukan hal yang mudah tapi kita dapat meraihnya dan semua itu berkat usaha niat dan peran orang-orang penting dalam hidupnya yaitu sang kakek dan gurunya.
Hidup adalah tentang belajar. Jika Anda berhenti, maka Anda mati.oleh karna itu jangan malas untuk belajar karena ilmu adalah harta yang bisa kita bawa ke mana pun tanpa membebani kita. Tidak ada kata terlambat untuk belajar. dan selalu ingatlah Keberhasilan bukanlah milik orang yang pintar. Keberhasilan adalah kepunyaan mereka yang senantiasa berusaha. Dan selalu syukuri dan Hargai apa yang kamu miliki sekarang.
Penulis: A
Comments
Post a Comment