Akhir dari Si Pemabuk
Dini hari botol-botol sisa alkohol berserakan. Umar masih saja mabuk setiap hari. sang ibu yang khawatir akan kesehatan Umar selalu menasehatinya untuk berhenti mabuk tapi Umar menolak dan balik memarahi ibunya karena selalu menyuruhnya berhenti mabuk.
Sampai suatu hari Umar mabuk berat dan hampir tertabrak kendaraan. tapi Umar ditolong oleh seorang perempuan yang sama sekali tidak ia kenal. perempuan itu bernama Aisyah, perempuan yang lemah lembut dan solehah. Aisyah adalah perantau dari kampung yang hendak mencari sahabat masa kecilnya di kota ini. setelah Umar sedikit berbincang dengan Aisyah ia mengajak Aisyah untuk menginap di rumahnya karena Aisyah belum mendapat tempat tinggal sementara atau kontrakan.
Sesampainya di rumah Umar, ia memanggil ibunya "ibu ada tamu yang datang bersamaku." teriak umar di depan pintu dengan kondisi setengah sadar. mendengar panggilan dari sang anak ibunya Umar segera membukakan pintu rumahnya. betapa terkejutnya Aisyah setelah melihat ibu Umar yang ternyata adalah ibu dari sahabat masa kecilnya dulu. Aisyah langsung bersalaman dan memeluk ibunya Umar sambil berkata "Assalamualaikum, bagaimana bi apa kabarnya? sudah lama kita tidak bertemu." ibunya Umar kebingungan krna sama sekali tidak mengenali aisyah yg sudah lama tidak bertemu. "kabar kami baik, kamu siapa?" ucap ibu umar. "saya Aisyah bi, tetangga bibi dan umar waktu di kampung" jawab aisyah. alangkah terkejutnya ibunya Umar dan langsung meminta Aisyah masuk ke rumah untuk istirahat.
Setelah istirahat Aisyah berbincang-bincang dengan ibunya Umar tentang kejadian masa lalu dan apa yang membuat Aisyah datang ke kota untuk menemui Umar. alasan Aisyah menemui Umar adalah perintah dari abinya yang telah wafat 4 bulan lalu. Aisyah diberi wasiat oleh abinya untuk menikah dengan Umar sahabat masa kecilnya dulu. lalu ibunya Umar menjelaskan tentang keadaan Umar yang nakal dan sering mabuk-mabukan. akan tetapi Aisyah tetap menepati wasiat abinya, Aisyah berjanji kepada ibunya Umar akan merubah Umar menjadi laki-laki yang baik dan soleh.
Aisyah dan Umar yang sudah menjadi sahabat waktu kecil sekarang menjadi sedikit asing karena perpisahan mereka kemarin. akan tetapi Aisyah berusaha mendekati Umar dan mengajak Umar bertaubat atau kembali ke jalan yang benar. Aisyah selalu mengajak Umar untuk rajin beribadah ke masjid, membaca Alquran dan juga bersedekah kepada orang lain. pada awalnya Umar selalu memberontak dan tidak mau untuk bertaubat tetapi seiring berjalannya waktu Umar tersadar bahwa yang ia lakukan selama ini itu ternyata salah dan Umar juga teringat dengan alm ayahnya dulu yang meninggal karena dibunuh saat mabuk-mabukan.
2 bulan telah berjalan, Umar menjadi laki-laki yang baik dan sudah tidak bermabuk-mabukan lagi karena Aisyah. ibunya Umar dan Aisyah merasa sangat senang karena Umar kembali ke jalan yang benar. setelah Umar benar-benar menjadi laki-laki yang baik ibunya menjelaskan wasiat dari abinya Aisyah. karena Umar sebenarnya juga memiliki rasa kepada Aisyah ia menerima wasiat dari abinya Aisyah. satu bulan kemudian Umar dan Aisyah menikah. Umar yang awalnya laki-laki pemabuk selalu membangkang ibunya sekarang menjadi laki-laki yang baik, sholeh dan pekerja keras untuk istri dan ibunya tercinta.
Di rumah Umar sekarang sudah tidak terdengar keributan karena masalah alkohol lagi. di setiap tarikan napas kita sesungguhnya adalah kesempatan kedua di dalam kehidupan kita. kesempatan untuk selalu mengingat kebaikan yang telah kita terima. kesempatan untuk selalu berbuat baik kepada sesama, maka hargailah hidup yang diberikan tuhan padamu. selalu berada di jalan yg benar dan mengutamakan ibumu, orang tua mu, tuhan mu.
Penulis: L
Comments
Post a Comment