Kehilangan Sahabat
Aku adalah anak yang terlahir didunia dengan keluarga yang sederhana. Aku adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Sekarang aku sudah tumbuh menjadi remaja.
Singkat cerita aku mempunyai seorang sahabat yang begitu cantik, lucu, dan pintar. Waktu terus berjalan sehingga ada sebuah masalah yang membuat hubungan ku dengan sahabatku sedikit rusak. Setelah ada kejadian itu dia maupun aku jarang menyapa bahkan untuk chatting an.
Seiring berjalannya waktu aku ngerasa mungkin dia udah ga mau sahabatan lagi dengan ku. Setelah 5 bulan dari kejadian itu aku sering melihat dia di masjid ketika maghrib. Saat jalan pulang dari masjid kita saling menyapa.
Mulai dari itu hubungan ku dengan dia mulai membaik sedikit demi sedikit. Hingga pada suatu hari tanggal 9 Juni 2022 dia harus pindah Jatim (Jawa Timur) aku menangis karena dia tidak memberi tahu kalau akan pindah.
Setelah dia pindah ke Jatim aku merasa kehilangan seorang sahabat yang sudah ku anggap kakak ku sendiri. Di waktu itu aku masih sering chatting dan video call.
Seiring berjalannya waktu kita mulai merasa asing kembali, sudah jarang menanyakan kabar dan bercerita. Aku berfikir mungkin dia banyak tugas atau memang ada acara, karena sama-sama gensi untuk menanyakan kabar atau chat duluan jadinya kita lost contact.
Aku juga mempunyai sahabat di sekolah saat kelas 8 yang berisi 4 orang. Saat kenaikan kelas 9 kita semua berbeda kelas di saat itu juga hubungan kami mulai memudar. Sehingga salah satu dari mereka memutuskan untuk membubarkan persahabatan ini. Mulai saat itu juga aku trauma dengan yang namanya sahabat.
Penulis: EARTH
Comments
Post a Comment