Sahabatku Terimakasih Atas Semuanya

             Cerita ini dimulai oleh seorang anak yang berhasil masuk ke sekolahan yang ia inginkan, walaupun semua temannya tidak bersekolah di tempatnya bersekolah sekarang. Dia memulai semuanya dari awal teman baru, sekolah baru dan belum ada yang dia kenal, terlebih lagi pada saat itu adalah masa dimana terjadi pandemi covid-19.

              Tapi ketika dilakukan perkenalkan secara daring dia melihat seorang perempuan yang ternyata adalah satu desa dengannya, dan merekapun berkenalan melalui WA. Lama kelamaan Mereke pun menjadi teman yang akrab, dan mereka bersahabat. Sebuah bersahabat biasa yang awalnya tanpa melibatkan perasaan, melainkan saling dukung dan memberi semangat untuk belajar.

               Tapi pada saat ulang tahun si anak sang perempuan mengucapkan 'selamat ulang tahun' dan sebaliknya. Tapi karena acak kelas mereka berbeda kelas di kelas 8, mereka mulai jarang komunikasi untuk bertanya tugas karena berbeda kelas. Dan akhirnya daring pun selesai dan mulai untuk masuk seperti biasa, tapi si anak laki laki karena terlalu lama berada di rumah menjadi malas. Berbeda dengan sang perempuan, pada saat melakukan chatting mereka bercerita tentang semuanya, dan sang perempuan memberikan sebuah motivasi agar si laki laki kembali menjadi anak yang pintar dan kembali pada tujuan awalnya.

            Pada akhirnya sang laki laki berhasil menjadi lebih baik pada semester 2 dengan nilai yang cukup bagus begitu juga si perempuan. Namun, hubungan persahabatan antara lawan jenis tanpa melibatkan perasaan adalah suatu hal yang sulit, si laki laki menyukai si perempuan tapi ia ingin menepati janjinya agar tidak berpacaran, namu sayangnya dia juga tidak mengungkapkannya. Dan ketika di sekolah bila bertemu mereka saling sapa, sangat dekat dan semuanya berubah di kelas 9.

             Sangat berubah di kelas 9 setelah mereka tidak satu kelas lagi, dan sang perempuan telah memiliki seorang laki laki lain yang lebih baik dari sahabatnya tadi, si laki laki/sahabatnya tadi harus menerima kenyataan bahwa dia tidak sanggup untuk mengungkapkan perasaannya karena ditakutkan merusak persahabatan. Dan akhirnya si sahabatnya tadi harus dapat menerima dan sabar karena si perempuan yang ia sukai telah menemukan laki laki yang lebih baik dari dirinya.

          Tapi itu semua membuat si sahabat tidak membenci atau pura pura tidak kenal, melainkan si sahabat berterima kasih karena telah membuat dirinya bangkit di kelas 8 dan akan berusaha bangkit sendiri di kelas 9 tanpa bantuan di perempuan. Dan si sahabat hanya bisa melihat dan berkata dalam hati " rasanya memang sakit tapi atas semua yang telah kamu lakukan terima kasih dan maaf atas semua kesalahanku".

          Dari semua yang telah terjadi dapat di ketahui bahwa tingkat tertinggi mencintai adalah mengiklaskan, yang lebih sakit dari ditolak adalah melihatnya bersama yang lain, tapi yang lebih penting adalah saling support antar 2 sahabat yang berhasil membuat si sahabat/laki laki berhasil menjadi orang yang lebih baik setelah terlalu lama daring/ dirumah. Dan mereka pun berjalan di jalannya masing masing untuk melanjutkan kemana mereka sekolah. Dan kini waktunya ku bangkit dan terus berjalan untuk tujuanku tanpa bantuanmu lagi.



Penulis: 14Leo

Comments

Popular posts from this blog

Pria yang Kehilangan Jati Diri

Arutala

Apa Itu Insecure?