Luka yang Berakhir Tawa

        Berawal dari Benua Agaskara yang memiliki harapan untuk hidup bahagia. Terlalu banyak goresan kecil didalam hatinya hingga mengakibatkan luka trauma yang amat dalam baginya. 

           Hari Senin,pukul 06:00 WIB,Benua hendak pergi ke sekolah menggunakan sepeda gunung yang dimilikinya. Hari itu ia berangkat pagi karena bertepatan dengan jadwalnya untuk piket kelas. Dengan tergesa gesa,Benua sampai lupa akan keselamatan dirinya. Tiba tiba saat ia hendak menyebrang jalan,dari arah barat nampak sebuah truk yang sedang melaju kencang mengarah pada Benua, akibatnya menimbulkan suara yang amat sangat kencang. "Braakk".....suara itu.

           Sebuah kecelakaan hebat pun tak dapat dihindarinya. Seketika penglihatan Benua kabur,tetapi ia dapat sedikit melihat darah merah segar meskipun penglihatannya kabur. Para masyarakat yang melihat kejadian itu pun bergegas untuk membawa Benua ke Rumah Sakit terdekat.

           Selang beberapa hari dari kecelakaan itu,Benua tersadar dari tidur panjangnya. Namun,saat hendak melihat sekeliling, ia tak dapat melihat pemandangan indah itu, ia hanya melihat pemandangan hitam walaupun sudah membuka matanya. Ia hanya bisa meratapi hidupnya dalam kegelapan yang abadi yang menyelimuti dirinya. Beberapa bulan setelahnya,ia bisa kembali beraktivitas seperti manusia normal pada umumnya. Hobi barunya saat ini yaitu membuat cerita cerita inspirasi. Ia selalu meminta tolong adiknya untuk mengetikkan ceritanya di laptop untuk kemudian dibagikan pada sebuah laman medsos. Suatu pagi,sekitar pukul 05:30 WIB,ia sengaja berjalan jalan keliling desanya untuk menghirup udara segar atau biasa disebut dengan kegiatan jogging. Di tengah aktivitasnya untuk jalan jalan di pagi hari,ia tak sengaja mendengar gosip yang tengah asyik dibicarakan ibu ibu saat sedang berbelanja sayuran.  "Kasihan ya nasibnya Benua,ganteng tapi kok gak bisa liat",perkataan salah satu ibu ibu yang sedang memilih sayuran untuk menu sarapan nanti. Mendengar perkataan itu Benua hanya bisa berbisik didalam hatinya "saya cuma gak bisa liat,bukan gak bisa dengar",kata hatinya menanggapi perkataan para ibu ibu yang sedang menghinanya. Tanpa menghiraukan perkataan itu,ia pun bergegas untuk menuju ke rumahnya.

           Sesampainya dirumah,ia hanya terus mengucapkan kata sabar dan meyakinkan dirinya sendiri untuk tetap semangat dalam menjalani hidupnya dan tidak berpikiran yang negatif. Ia juga tak menggagas omongan para tetangga yang setiap hari menghina dirinya. Benua hanya fokus untuk terus menekuni cerita inspirasinya. Hingga hal tak terduga pun terjadi. Ternyata cerita inspirasi yang dibuatnya selama ini viral dan mampu menggoyahkan hati para pembacanya. Prinsip kehidupan Benua yaitu terus semangat dan pantang menyerah. Berkat cerita inspirasinya itu,ia pun menjadi orang yang terkenal dan diundang pada acara acara yang dihadiri orang orang besar. Meskipun terkenal,ia tak pernah memiliki sifat sombong dan menghina orang lain.


Penulis:Kocheng Oren

Comments

Popular posts from this blog

Pria yang Kehilangan Jati Diri

Arutala

Apa Itu Insecure?