FRIENDZONE
Seorang pria yang bernama Khanif Narendra yang tidak pernah mau menceritakan semua masalalunya yang tidak menyenangkan dalam kehidupannya, berusaha mati-matian untuk mengobati luka hatinya sendiri.
Sosok Liona Queenzha ternyata bisa membawa banyak kenangan-kenangan yang menyenangkan untuk Khanif. Bersama dengan Liona, Khanif seperti menemukan hidupnya kembali. Sedangkan Liona yang tidak mau cintanya bertepuk sebelah tangan selalu berusaha menganggap sikap dan kepedulian Khanif itu hanya sebatas bentuk perhatian Khanif kepada sahabatnya.
Pertengkaran yang selalu terjadi di antara Liona dan Khanif membuat mereka menjadi jauh lebih dekat. Sangking dekatnya mereka sampai bisa saling memahami maksud sama lain hanya melalui tatapan. Semakin hari Liona semakin tidak bisa memahami Khanif. Dia merasa sudah mengenal Khanif dengan baik, pada kenyataannya banyak hal yang Khanif sembunyikan dari Liona.
Saat samua orang disekitarnya sudah sangat berharap pada Liona dan Khanif, ada satu rahasia dari Khanif yang membuat Liona merasa sangat kecewa.
"Na, Khanif udah jemput tuh" teriak Riana (mamah Liona) sambil mengetuk pintu kamar Liona.
"Iya mah, suruh tunggu sebentar" kata Liona sambil merapikan penampilannya didepan cermin.
Setelah merapikan penampilannya Liona segera keluar dari kamar dan langsung melihat Khanif yang sedang sarapan bersama keluarga Liona. Bara (papah Liona) dan Riana (mamah Liona) sudah duduk manis di meja makan sambil sesekali mengobrol dengan manusia berbulu (Khanif) dihadapan Liona.
Khanif adalah sahabat Liona SD dan tidak tau Liona harus menyebutnya keberuntungan atau sebaliknya karena sampai detik ini keduanya masih bersahabat dengan baik, ya DENGAN BAIK.
"Nif ayok jalan." Kata Liona setelah meminum susu buatan mamahnya.
"Gak sarapan dulu na?" Tanya sang papah sambil menatap Liona.
"Tadi sebelum mandi udah makan nasi goreng buatan mamah kok" kata Liona sambil tersenyum.
"Nif ayo ih, telat nanti" kata Liona yang berdiri di samping Khanif.
Liona melirik malas ke arah Khanif yang masih anteng sambil menyemil bakwan jagung di depan Liona.
"Khanif " panggil Liona
"Iya bentar na. Ini bakwan jagung buatan Tante Riana enak banget soalnya" kata Khanif sambil menyuapkan sisa potongan bakwan jagung ke dalam mulut Liona.
Setelah mencuci tangan dan meminum teh buatan Riana. Liona dan Khanif langsung pamit untuk pergi sekolah.
Setelah beberapa menit sampai sekolahan, keduanya langsung pergi ke kantin untuk membeli air mineral.
"Na tolong dong" kata Khanif sambil melirik kebotol air mineral yang ada didekat Liona.
Liona langsung membuka tutupnya dan menyerahkan ke tangan Khanif.
"Thanks" kata Khanif sambil menyerahkan botol air mineral itu ke tangan Liona.
" Eh nif, kemarin ada orang yang ngeDM gue nanya-nanya ada hubungan apa Lo masa gue. Belom gue bales sih sampai sekarang, lo habis ngapain anak orang deh?" tanya Liona sambil duduk menghadap kearah Khanif.
Selalu seperti ini. Selama hampir 5 tahun lebih Liona bersahabat dengan Khanif, hampir setiap hari Liona mendapatkan DM atau bahkan WhatsApp dari perempuan yang mendekati Khanif. Ya, perempuan yang mendekati si manusia berbulu, bukan Khanif yang mendekati mereka, sedangkan Khanif sendiri seperti tidak niat untuk dekat dengan mereka.
Kadang-kadang mereka semua buat di jadiin taman jalan atau teman nonton saja. Setelahnya si bulu akan cuek ke mereka. Yang ujung-ujungnya mereka malah neror Liona. Ga jarang diantara mereka yang jadi menyalahkan kedekatan Liona dengan Khanif lah yang membuat Khanif menjadi cuek pada mereka.
"Gue kedipin doang" jawab Khanif cuek.
"Jangan sok ganteng Khanif" kata Liona malas
"Lah emang gue ganteng kan" kata Khanif sambil melirik kearah Liona.
" Ganteng dari Hongkong " jawab Liona asal
"Serius na. Lo coba perhatiin gue deh. Liat benar-benar pake mata Lo" kata Khanif yang masih ada di dalam kantin.
Liona menatap Khanif dengan ekspresi yang sedatar mungkin. Mata Liona memperhatikan wajah Khanif dari jarak yang cukup dekat. Wajah Khanif ini emang bisa masuk kategori ganteng, menurut Liona.
Alis yang tebal, bulu mata yang panjang, tatapan mata yang bikin orang di tatapnya merinding, tubuh yang tinggi yang hampir menyaingi tiang listrik, ditambah dengan senyumannya yang manis hingga membuat kaum hawa heboh melihatnya.
'Ah sial, no Liona no! Lo jelas-jelas tau manusia berbulu di depan Lo ini playboy kelas kakap. Lo ga boleh deg-degan begini na!' batin Liona
"Deg-degan kan Lo na" kata Khanif sambil tersenyum miring dan sialnya malah bikin manusia berbulu ini semakin ... Ya tuhan.
Liona buru-buru mengalihkan pandangannya ke arah lain dan tawa Khanif langsung menggema di dalam kantin.
Penulis: Cancer ♋
Contoh Kehidupan Di Dunia࿕
ReplyDelete